Klangon Bike Park jadi saksi keseruan gelaran perdana Indonesian Cross-country (08/08). Keseruan race di Men Master A & B, Women Youth, dan Men Youth jadi sajian pembuka laga lintas alam di kaki gunung Merapi, Yogyakarta. Meski bukan tergolong kelas championship, namun para rider di sesi ini berhasil menyajikan race yang menarik.
Race di kategori Men Master diramaikan dengan keikutsertaan Yavento Ditra Pranata, seorang rider downhill kawakan, di kategori Men Master A. Bahkan, rider asal Yogyakarta ini berhasil meraih posisi pertama setelah perjuangan yang ia akui cukup sulit.
“Yang paling menyulitkan, bagian 1 km menjelang finish. Karena itu tanjakan paling tinggi, grad-nya 22%. Jadi, sangat berat sekali di situ dan tanahnya licin.” ucap rider Spartan Racing Team ini pasca race.
Hujan dini dan pagi hari sebelum race jadi penyebab track Klangon menjadi lebih licin dan tricky dibandingkan dengan sesi practice kemarin (07/08). Salah satu section yang paling tricky adalah ‘tanjakan cilukba’. Hal ini disampaikan oleh Beni Setya Nugraha dari Zona RB Jogja yang berlaga di Men Master B.
“Section yang paling menantang adalah ‘tanjakan cilukba’: Belok, (langsung) tanjakan, tanjakan, tanjakan. Itu sangat menantang, (bikin) kaget. Jadinya shiftingnya gagal, jadi kadang selip, dan sebagainya.” ungkap rider yang finish di posisi kedua Men Master B ini pasca finish.
Posisi pertama untuk kategori Men Master B berhasil diraih oleh Sugianto, rider kawakan dari BOLO1000 yang sejak awal lap sudah mendominasi track.